Inspirasi / 12 Oktober 2021

Eross Candra membahas Fender Japan Signature Guitar Barunya

Eross-Candra-talks-about-his-New-Fender-Japan-Signature-Guitar

Eross Candra adalah nama yang sangat dikenal – terutama jika kamu menyukai musik rock dari Asia Tenggara! Sebagai anggota dari band populer Sheila on 7, dia telah bergelut di dunia musik Indonesia sejak tahun ’90an.

Untuk menyambut pengumuman yang sangat spesial ini, kami menghadirkan sang musisi asli Yogyakarta ini untuk bicara tentang karier, rencana kedepan, dan tentu saja, model signature Fender Japan Telecaster barunya. Kami juga menyempatkan Eross Candra untuk menjawab serangkaian pertanyaan dari kalian di Instagram Stories.

Jadi, jika kamu tertarik mendengar visi Eross tentang berbagai topik, kunjungi halamannya dan tekan highlights.

Menanyakan tentang Fender Japan Eross Candra Telecaster

Hi Eross, bisa ceritakan secara singkat untuk para pembaca kami tentang diri kamu dan musikmu?

Eross Candra: Saya main gitar dari umur 13 tahun, lalu ngeband dengan SO7 dari tahun 96 pada tahun 99 rilis album pertama dan seterusnya sampai hari ini. Ya itu cerita singkat saya.

Mari langsung saja kita membahas gitar! Gitar apa yang paling sering kamu mainkan di sepanjang karirmu? 

EC: Gitar yang sering saya mainkan ya tentu Telecaster. Jadi kenapa saya dulu pilih Telecaster, karena dulu awalnya saya melihat terlalu banyak orang memakai Stratocaster di jogja dan di indonesia. Apalagi saat itu Stratocaster lebih populer dari Telecaster makanya harga Stratocaster waktu itu lebih mahal daripada Telecaster. Jadi saya beli Telecaster karena tidak banyak yang pakai dan harganya lebih murah, walaupun murahpun saat itu saya tidak bisa beli juga.

Ceritakan pada kami proses mendapatkan model signature ini dengan Fender melalui Swee Lee.

EC: Waktu itu ada Mas Anwar dan Mas Yonatan yang menawari saya projek ini, signature Jepang ya buatan Jepang. Jadi saya pasti meng iyakan karena itu salah satu impian saya. Karena sebelumnya saya juga pernah bekerjasama dengan Squier di tahun 2013 dan itu sudah tidak di produksi lagi. Jadi pada intinya tanpa harus di endorse oleh Fenderpun saya sudah pakai Fender, apalagi ditawari untuk bikin signature jadi tidak ada alasan untuk bilang tidak. Jadi semua sudah saya siapkan secara matang, sudah saya pikirkan masak-masak, jadi ini hasilnya lebih bagus dari projek saya dengan Squier dulu.

Apa yang menjadi inspirasi di balik model signature-mu?

EC: Sepanjang karier saya dari tahun 99 dan gitar pertama saya saat itu Telecaster American Vintage 52, itu gitar original pertama saya. Setelah itu saya silih berganti beli macam-macam Fender dari yang tua, custom shop semua saya coba gitu. Dan dari masing-masing itu ada istilahnya mungkin point-point tertentu di gitar itu yang saya suka. Jadi ga semuanya saya cocok, seperti mungkin seri american vintage saya suka warnanya, saya suka jenis finishingnya. Yang taun tua saya suka look nya dan yang american standard saya suka radiusnya. Itu semua jadi kompilasi buat saya, jadi apa yang saya suka dari beberapa gitar Fender ini saya comot-comot terus saya masukan fiturnya ke gitar signature Telecaster saya. Jadi saya ga akan bisa ngedesign gitar dengan spek seperti ini kalau saya belum melewati Telecaster yang sudah saya mainkan.

Dari luar, gitar ini terlihat seperti Telecaster biasa. Apa fitur yang menjadikan model ini special untukmu?

EC: Yang jadi concern utama saya itu saya suka look gitar Telecaster vintage, itu designnya tidak terbantahkan bagus sekali. Cuma vintage itu speknya kurang relevan sama musik-musik yang saya mainkan atau musik-musik hari ini. Jadi seperti contohnya radius gitar Telecaster vintage itu kan 7.25, itu tidak memungkinkan untuk di low action stringnya dan itu akan susah di mainkan jika senarnya terlalu tinggi. Makanya di gitar signature saya itu radusnya saya bikin modern 9.5 radiusnya, itu memungkinkan buat setting senar yang lebih low action. Jadi istilahnya effort less, mainya lebih enak dan lebih mudah akan tetapi looknya tetap vintage. Karena menurut saya design vintage itu look nya paling bagus gitu “klasik” cuma fitur nya saya pakai fitur modern. Terus paling yang utama lagi adalah posisi trust road, jadi yang paling saya tidak suka dari Fender tua itu adalah posisi trust road. Kalau mau adjust neck itu mesti bongkar neck dulu gitu, karena posisi trust roadnya ada di bawah. Tapi karena saya sudah mengalamai hal itu, trust roadnya saya pindah ke atas ada di headstock gitu. Jadi saya tidak perlu untuk bongkar neck untuk adjust neck. Karena untuk iklim  tropis di indonesia, singapure, brunei, malaysia itu sangat memungkinkan buat kayu itu jadi perlu adjustment secara berkala. Jadi ga bisa kita sekali adjustment, kemudian beberapa waktu gitarnya akan sama. Iklim disini tidak seperti itu, adjustment itu harus berkala gitu. Apalagi kamu musisi studio atau touring itu cuaca berubah kadang panas, kadang hujan kadang kering itu membuat posisi neck akan selalu berubah. Makanya, bagaimana caranya adjustment berkala itu tidak merepotkan saya sebagai pemain gitar.

Apa yang membuatmu memilih Fender sebagai brand untuk model signature ini?

EC: Seperti yang sudah saya bicarakan diatas. Fender tidak perlu endorse saya untuk memakai Fender. Tanpa di endorse pun saya  sudah dengan senang hati memakai dan dengan senang hati membeli. Jadi ketika ditawarin buat di endorse dari Fender, itu seperti mimpi menjadi kenyataan. Apalagi ini otentik dan ikonik Fender Telecaster. Leo Fender yang mendesign itu sampai hari ini designnya juga tidak terlalu berubah secara signifikan, jadi istilahnya “kalau kamu pengin telcaster mau otentik ya Fender ga ada yang lain” Jadi istilahnya kita tidak bisa merubah sejarah, selain gitar itu enak.

Gitaris seperti apa yang kamu harapkan akan suka bermain dengan model signature-mu?

EC: Telecaster adalah salah satu gitar yang paling all-round gitu, dipakai segala jenis musik apa saja bisa. Dan saya sudah sebagai musisi professional dari taun 99 sampai hari ini telcaster tidak pernah mengecewakan saya gitu. Jadi ini gitar segala medan, kamu mau tweeny ataupun yang highen itu semua bisa dilakukan oleh Telecaster. Jadi gitar ini saya design untuk orang yang memainkan segala jenis musik. Kalau dia pemain gitar country, rock dia bisa melakukannya dengan gitar ini tinggal setting adjusment dengan ampli nya yang pas gitu. Tapi gitar ini siap untuk menerjemahkan apa yang kamu imajinasikan gitu. Kamu tinggal berimajinasi dan gitar itu akan membantu kamu menerjemahkan imajinasimu.

Apa rencana berikutnya untuk musikmu?

EC: Dengan kondisi pandemi seperti ini, semua rencana itu bisa dikatakan rencanya sangat terbatas sebagai musisi. Kita tidak bisa explore seperti dulu lagi untuk sementara ini seperti tour dan segala macam. Padahal itu sebagai musisi itu sangat dibutuhkan gitu, sebagai seniman kita butuh jalan-jalan ke masyarakat untuk cari ide. Selama pandemi ini masih berjalan ya bikin karya tetap, bikin sesuatu yang baru tetap. Tinggal nanti bagaimana caranya kita mem filekan karya-karya kita itu supaya bisa dinikmati oleh banyak orang. Jadi mungkin dalam bentuk digital atau CD semua masih memungkinkan. Yang mungkin belum bisa kembali dalam waktu dekat itu mungkin performingnya /manggung masih belum terlihat akan membaik. Jadi sebagai seniman/musisi tidak bermasalah, jadi tanpa harus dibayarpun saya akan tetap main musik dan Telecaster, karena itu sudah menjadi kebutuhan saya selama bertahun-tahun. Tinggal dipikir bagaimana cara mengemasnya akan seperti apa. Jadi terimakasih Fender dan Swee Lee semoga kita bisa kerjasama yang lebih lagi.


Menanyakan tentang Fender Japan Eross Candra Telecaster

Swee Lee ingin berterima kasih pada Eross dan Fender karena telah mewujudkan signature Eross Candra Fender Signature Telecaster menjadi nyata. Jika kamu belum tahu, signature Telecaster Eross akan sangat terbatas jadi segera bergerak untuk mendapatkannya!

Jika kamu tertarik mengikuti perjalanan musik Eross, ikuti dia di Instagram @erosscandra dan bandnya @sheilaon7.

Dan jika kamu terinspirasi oleh fitur-fitur dari Eross dan ingin memulai perjalanan gitarmu sendiri, Swee Lee memiliki berbagai gitar dan aksesori untuk membantumu memulai segalanya. Silakan kunjungi situs web kami!

Bace lebih: Gitar & Bass Fender Japan Baru Untuk 2021


Related Reads

#Inspirasi

Drax Project QnA Tentang Inspirasi, Hobi, Makanan Favorit, dan masih banyak lagi!

Membuktikan bakat dan kerja keras bsa membawamu ke mana saja, perjalanan bintang yang menjual platinum, Drax Project, berawal sebagai pengamen di  keramaian tepi jalan Wellington. Shaan Singh dan Matt Beachen mencoba peruntungannya dengan meng-cover berbagai lagu yang sering diputar di radio, tak lama kemudian Sam Thomson dan Ben O’Leary bergabung.… Baca lebih

Morningstar Engineering MIDI Pedals
#Inspirasi

10 Pertanyaan bersama Morningstar Engineering

MIDI Controller pedal! Untuk sebagian besar dari kami di komunitas gitar, itu adalah alat perform yang tak tergantikan. Dan bagi sebagian lainnya, alat itu terdengar seperti jargon mewah dari opera tahun delapan puluhan. Untuk lebih memahami apa itu pedal MIDI Controller, kami memutuskan untuk mengobrol bersama teman kami di Morningstar… Baca lebih